Tuesday, March 05, 2019

Inspirasi pagi dari WAG - Grup WhatsApp





It's really Copy and Paste. Bukan tulisan ori yaaa....apdet blognya juga pakai hape #sony yang barusan sebulanan dipakai sama saiah... Tapi in-syaa Alloh tulisan ini bisa melecut hati, terutama hati Ibu.... Kata-kata Ibu adalah doa bagi anak-anaknya. Jadi selalu berkata positif ya Bu, Ma, Mak...

Di Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847 , lahir seorang anak bernama panggilan Tommy. Dia lahir dengan kemampuan biasa-biasa saja, tidak memiliki kecerdasan khusus seperti anak-anak lainnya.

Saat belajar di sekolah, Tommy tidak mampu untuk mengikuti pendidikan yang diajarkan di sekolahnya. Oleh sebab itu, Tommy selalu mendapatkan nilai buruk dan mengecewakan. Sangat bodohnya anak ini dalam pandangan pihak sekolahnya, sehingga para guru memilih untuk ‘angkat tangan’ dalam usaha mendidik Tommy.

Pada suatu hari, guru sekolah Tommy memanggil Tommy dan memberikan sepucuk surat kepadanya. Guru tersebut berpesan ” jangan buka surat ini di perjalanan, berikan kepada ibumu”. Tommy kecil dengan gembira membawa surat itu pulang dan memberikan kepada ibunya. Menerima surat itu ; ibu Tommy membacanya, lalu menangis. Sambil berurai air mata, dia membaca surat itu dengan suara keras :

“Putra Anda seorang jenius. Sekolah ini terlalu kecil untuk menampungnya dan tidak memiliki guru yang cakap untuk mendidiknya. Agar anda mendidiknya sendiri,”ujar sang Ibu dengan suara lantang.
Ibu Tommy berkata kepada Tommy bahwa

 “Kamu anak yang jenius nak, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini ; ibu yang akan mendidik kamu.”

Ibunya kemudian menarik Tommy kecil ke rumah dan meninggalkan sekolah. Tommy menjalani pendidikan di rumah. Dengan demikian Tommy pun belajar dengan bebas dan leluasa di rumahnya tanpa harus memikirkan nilai – nilai pelajaran yang harus dicapainya. Di rumah, Tommy pun melahap buku – buku ilmiah dewasa. Satu karakter yang luar biasa yang dimiliki Tommy adalah keingintahuannya yang luar biasa besar ditambah sifat dasarnya yang pantang menyerah menghadapi apapun.

Karena ini ; Tommy pun melakukan eksperimen – eksperimen hebat, sebelum memasuki usia sekolah Tommy sudah berhasil membedah hewan – hewan, hal ini karena keinginan tahunya yang besar terhadap hewan- hewan disekitarnya.

Di usia 12 tahun ; Tommy kecil sudah memiliki laboratorium kimia kecil di ruang bawah tanah rumah ayahnya. Setahun kemudian dia berhasil membuat telegraf yang sekalipun bentuk dan modelnya sederhana dan primitif tapi sudah bisa berfungsi.

Kisah homeschooler di usia nya yang masih belia ; Tommy sudah bekerja dan mencari uang sendiri dengan berjualan koran di kereta api selama beberapa tahun. Kemudian Tommy bekerja sebagai operator telegraf, kemudian ; Tommy pun naik menjadi kepala mesin telegraf di Amerika.

Saat usia Tommy 32 tahun ; dunia tidak lagi gelap gulita ketika malam hari. Tommy yang dianggap bodoh waktu kecil itu berhasil menciptakan bohlam lampu pijar, yang mengubah wajah dunia selamanya.
Jauh setelah Ibunya wafat dan Tommy telah menjadi tokoh penemu ternama. Suatu hari di rumah dia melihat-lihat barang lama7 keluarga.

......Tiba-tiba dia melihat kertas surat terlipat di laci sebuah meja. Dia membuka dan membaca isinya:

“Putra Anda anak yang bodoh. Kami tidak mengizinkan anak Anda bersekolah lagi,”

demikianlah isi surat yang sesungguhnya yang dibawa dan diberikan Tommy kepada ibunya, dahulu waktu sepulang sekolah.
Tommy menangis berjam-jam setelah membaca surat itu.
Dia kemudian menulis di buku diary nya:

“SAYA, THOMAS ALFA EDISON, ADALAH SEORANG ANAK YANG BODOH, YANG KARENA SEORANG IBU YANG LUAR BIASA, MAMPU MENJADI SEORANG JENIUS PADA ABAD KEHIDUPANNYA “

Jika anda menikmati ;
lampu yang terang saat ini , ingatlah bahwa kita berhutang bukan pada seorang Thomas Alfa Edison

…tetapi kepada seorang Ibu yang melihat dengan cara yang berbeda. *Mata kasih orangtua*.

Jika suatu hari nanti, putra atau putri anda mendapat “cap bodoh”, “cap nakal” , “cap lamban” atau cap lainnya yang sama seperti Thomas Alfa Edison kecil, siapa yang akan anda percayai ? ? ? ...

*PERAN IBU YANG LUAR BIASA...*

#sharingiscaring

Wednesday, February 06, 2019

Belajar Edit Video, Weee Bisa Langsung Ngepost Di Sini





Ceritanya ini tadi itu belajar edit video. Tapi bikinnya dengan menggabung-gabungkan gambar yang ada, karena kebetulan barusan dikirimin gambar sama anak-anak tim mastersewa.com. Ceritanya, ada calon klien yang minta dikirimin gambar laptop. Nah, pas lagi ngirim gambar laptop ke klien, tiba-tiba 'cring cring cring' ada yang berputar-putar di kepala. ya, itulah dia, ide untuk membuat video saja. jadi sekali kirim bisa langsung banyak gambar terkirim. Sekalian, dengan dibikin video juga ternyata lebih menarik kan? Bisa dikasih lagu, bisa juga dikasih caption-caption.

Sooo, dengan menggunakan aplikasi movie editor yang didownload dari google play, jadilah .... jadilah....jadilah ....video buatan saiah....emak-emak. Yaaa, pastinya sambil momong si kecil Aal yang sudah sholih, pinter bin cerdas bin creative. Usai dibikin video, dengan super pe de, saiah pun kirim video sederhana yang super simpel ke WA my hubby beloved babe, ke Grup WA Family saiah, ke Grup WA Tim Mastersewa, ke status WA, ke Yooutube juga. Dan pastinya juga ke Facebook lah. 

Nahhh.... dari sini pula lah akhirnya tahu, ternyata dari Youtube, bisa share langsung ke sini ya..... baruu tahu saya. Dari Youtube juga tadi sudah saiah share ke Twitter @mommyvonzechs. So, bagi pmirsah bisa mampir juga ke twitter emak yang lagi lebay gegera  merasa 'pintar' membuat video ini. 

Thursday, January 31, 2019

Mencari Handphone Baru untuk Kak Iffah

“Wah, ngapunten handphone Ibu sudah mreteli. Sekarang dibenerin, paling gak sampai seminggu juga sudah minta diservis lagi” Ujar si Mas e yang bantu servis hape saya. 
 “Jadi, enaknya bagaimana?” Saya bertanya balik. 
“Sepertinya harus beli saja Bu,” Jelasnya. 
“Enaknya beli hape apa ya?” Kembali saya bertanya balik. 
“Wah, kalau itu terserah njenengan saja,” 
 “Hmmm.... kalau aku sih, sing penting bisa untuk kerja. Bisa pakai WA, kualitas gambar foto bagus. Bisa simpan dokumen dan foto yang banyak, bisa dipakai instagraman, fesbukan....” Jelasku.
“Nah, kalau beli kayak punya saya ini saja pripun?” Tawarnya.
Dia menunjukkan handphone nya kepada saya. Saya menyelidik sebentar dan bertanya, 
“Bagus ya?” Tanyaku.
“La niki dilihat saja punya saya,” Dia menyerahkkan handphonenya kepada saya. 
Yo wes lah. Tapi aku jangan dikasih casing yang warna merah begini ya,” Pesanku. 

Okelah oke. Akhirnya diputuskanlah untuk beli handphone buat saya. Dan dua hari berikutnya, saya pun berhasil mendapatkan handphone baru. Enak sih digunakannya. Yang penting bisa email, WA, Instagram, Fecebook, Twitter, edit gambar, dan jalannya tidak lemot. 

Suatu petang di rumah......... 
Saya sedang santai bersama hape baru saya. Kak Iffah mendatangi saya. 
“Mama, aku ingin handphone baru,” 
“Lo, kan sudah ada,” Jawabku, karena Kak Iffah memang sudah membawa hape saya yang lama. Hape bekas sih. Itu bekas si kakak pertama, kedua, ketiga, dan kemudian dipakai sama mama. Karena loadnya sudah tidak memungkinkan untuk dipakai kerja, akhirnya hanya dipakai untuk keperluan komunikasi dengan teman dan kerabat saja. Dan, karena Kak Iffah sedang tidak punya handphone, maka handphone mama itulah yang dipakainya. 
“Itu kan punya mama, tidak bisa dipakai untuk ambil gambar, nyimpan gambar, main game, baterai juga cepet habisnya,” 
“Bersyukurlah, sudah dipinjamin sama mama,” Jawabku dengan gaya ngeledek. 
Kak Iffah manyun. 
“Memangnya, kak Iffah mau hape yang seperti apa?” tanyaku untuk memecah bibir manyunnya. 
“Aku mau yang bagus”, ucapnya semi merajuk. 
“La, itu hape mama juga kan masih bagus. Putih bersih,” 
“Bukan itu maksudku. Hmmmm....Boleh aku bilang?” Kak Iffah bertanya balik. 
“Ya bolehlah. Memang mama pernah melarang?” Tegasku. 
“Kalau boleh, aku mau ZenFone. Tapi aku belum tahu yang mana tipenya,” ujar kak Iffah. 
“Ya cari tahulah sana. Yang penting nanti kalau beli pakai tabungannya Kak Iffah sendiri lo ya,” selorohku. 

Hmmm... selera Emak sama anak milenial ternyata beda ya. Kalau saya sih yang penting bisa pakai kerja sambil medsosan. Bisa pakai ambil gambar dan hasilnya bagus, bisa edit gambar. Sudah tidak kepikiran lah mau main game dan model edit gambar yang seperti ini dan seperti itu. Nah, akhirnya kami berdua pun mencari tahu ZenFone di Google. Eh, ada banyak ya tipenya. Ini yang baru ada ZenFone Max Pro M2 dan ada juga ZenFone Max M2. 
Zenphone Max M2
Apa bedanya ya? 
Telisik punya telisik, akhirnya ketemu juga bedanya yang sangat peka dan bisa dilihat langsung sama si Emak. Harga ZenFone Max M2 lebih terjangkau dibandingkan dengan ZenFone Max Pro M2. Beda satu kata saja bikin harga beda ya. Yang satu pakai Pro, yang satu tidak pakai kata Pro. Tapi, menurut saya, itu ZenFone Max M2 tanpa kata Pro, juga oke kok. Kalau dilihat dari penjelasan di situsnya Asus, ZenFone Max M2 punya baterai besar yakni 4.000mAh, layar 19:9 resolusi HD+ dengan system operasi pure Android Oreo 8.0 yang sangat ringan untuk bermain game. Selain itu, prosesor yang digunakan juga prosesor terbaru yang kencang tapi hemat energi, yaitu Qualcomm Snapdragon 632. Prosesor ini merupakan upgrade dari Qualcomm Snapdragon 625 yang sudah banyak dikenal memiliki performa tinggi, hemat daya, dan tidak panas. 
Spesifikasi ZenFone Max M2
Pas ada si Sulung, saya juga sempatkan tanya tentang ZenFone. Dia bilang itu ZenFone keluaran Asus yang cocok buat ngegame
“Itu handphone gaming Ma. Memang Mama mau beliin buat aku ya?” ujar si Sulung. 

Wah, kalau generasi Milenial memang cocoknya pakai ZenFone Max M2 ya. Tapi sepertinya bukan hanya generasi milenial saja sih. Si Emaknya kalau dikasih juga mau. Terutama itu kameranya yang bikin ngiler. Kalau pakai si ZenFone Max M2 bisa dipastikan setiap ada moment, pasti dipotoin atau direkam sama si Emak. Nah, ini nih, tampilan ZenFone Max M2 yang sempat kita cari infonya buat kak Iffah.....
Tampilan Sisi ZenFone Max M2

Tampilan ZenFone Max M2 Sisi Depan dan Belakang
Sumber Gambar dan Informasi tentang ZenFone Max M2 dari SINI ya.

Wednesday, April 05, 2017

Saatnya SI Kecil 'Al Yuzarsif' Belajar Eksplorasi

Hmmm ... meskipun anak sudah enam, tetapi sifat protektif saya sebagai seorang bunda tetap saja ada. Termasuk ketika harus mengasuh si bungsu Al Yuzarsif. Walaupun saya sudah mengingatkan diri sendiri dan mencoba menguatkan hati bahwa Al adalah anak laki-laki yang harus lebih berani dan mandiri, tetapi rasanya dag dig dug ser saat melihat dia belajar berjalan, naik turun tempat tidur, keluar masuk kamar, dan seterusnya. Juga, hati ini sudah deg deg deg saat melihat dia keluar dari pintu rumah dan bermain di teras rumah. Hmmm .... protektif banget kan. 

Hal ini sangat berbeda dengan my hubby yang kadang membiarkan Al untuk bermain di teras rumah meskipun harus berakhir dengan kaki kotor, baju otor dan basah. Atau, membiarkannya bermain air yang dialirkan dari keran di depan rumah. Kalau sudah begitu, biasanya saya yang cerewet dan segera mengambil dan membersihkannya. Pastinya sambil ‘menggumam’ dengan pikiran yang bermacam-macam. Takut kena gatal-gatal lah, takut kena demam lah, batuk lah, flu lah, dan sebagainya. 

Katakan IYA BOLEH pada si Kecil
Hingga akhirnya, saya di’slentik’ sama my hubby saat menghadiri acara Dancow Explore Your World yang mengkampanyekan pengasuhan dengan berkata IYA BOLEH bagi si kecil. Huuuh, 1-0 ini buat my hubby. Ternyata saya harus benar-benar mendidik hati saya dan pola pikir saya dalam pengasuhan supaya anak lebih bisa optimal dalam proses belajar ‘hidup’ bagi si kecil, sehingga si kecil akan bisa meningkatkan kemampuan kognitif, kemampuan atensi, kemampuan memori, kemampuan psikomotorik, kemampuan penyelesaian masalah, kemampuan bahasanya. 

Dalam acara Dancow Explore Your World yang diselenggarakan di Royal Plaza Surabaya pada tangggal 1 dan 2 April tersebut, selain menyajikan peluncuran produk inovasi baru DANCOW ADVANCED EXCELNUTRI+, juga menyajikan wahana bermain bagi si kecil. Melalui wahana permainan tersebut, si kecil bisa mendapatkan stimulasi untuk mendukung eskplorasinya, sehingga bisa menjadi pribadi yang tangguh secara intelektual maupun emosionalnya. Selain itu, juga dilengkapi dengan adanya konsultasi tumbuuh kembang si kecil bagi ayah dan bunda. 

Acara dibuka dengan opera yang menampilkan sebuah keluarga dengan si kecil yang rajin mengonsumsi susu pertumbuhan sehingga mampu memberi perlindungan dan kecukupan nutrisi bagi si kecil. Susu pertumbuhan yang mengandung bakteri menguntungkan lactobacillus rhamnosus yang dapat melindungi si Petualang Kecil dari serangan kuman penyakit dan memberikan sistem imun bagi tubuh si kecil. 

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan press conference yang dipandu oleh bunda Shahnaz Haque dengan para nara sumber Senior Brand manager DANCOW Advanced Excelnutri+ Nestle Indonesia, Riza Nopalas, Dokter spesialis tumbuh kembang anak DR. Dr Roedi Irawan, M.Kes SpA(K), dan bunda Ratih Ibrahim, MM. Psikolog. 

Dari apa yang disampaikan oleh para nara sumber tersebut, dapat digarisbawahi bahwa ada tiga komponen yang harus diperhatikan dalam tumbuh kembang si kecil, yaitu kecukupan nutrisi, cinta, dan stimulasi. Dan, di sini, dukungan Ayah sangat diperlukan lo, karena ternyata sehebat-hebatnya bunda, maka tetap harus ada peran ayah yang menguatkan dan mendukung bunda dalam pengasuhan si kecil, supaya si kecil tumbuh secara holistik, baik intelektual, mental, dan spiritual. 

Huft....menyimpulkan pembicaraan para nara sumber tersebut, rasanya saya seperti terlempar dari gunung ‘kekolotan’ yang selama ini menumpuk dalam sifat protektif saya terhadap si kecil. Apalagi, saat acara dilanjutkan dengan eksplorasi wahana bermain dan si kecil Al Yuzarsif, sama sekali tidak mau turun dari gendongan saya. Hmmmm .... jadinya, saya yang harus menggendong-gendong dan memperkenalkan kepada si kecil mengenai apa saja yang ada di wahana bermain. 

Beberapa wahana permainan yang sempat saya tunjukkan pada si kecil Al Yuzarsif (tentunya sambil menggendong, karena jika diturunkan dia akan mewek), di antaranya adalah CENTRAL PARK, ART CENTRE, SMART CITY, dan PLAY PARK. CENTRAL PARK merupakan wahana yang pertama kali saya perkenalkan kepada Al. Wahana ini merupakan area taman kecil yang di dalamnya ada banyak tanaman dan binatang virtual. Kemudian, saya juga berjalan ke arah SMART CITY, yang di sana anak-anak bisa bermain dan membangun kota Dancow berdasarkan. Kemudian saya beralih ke ART CENTRE yang di sana ada kegiatan hand painting buat anak-anak. Selanjutnya, ada juga PLAY PARK untuk si kecil yang sudah diklasifikasi untuk si kecil yang berusia 1+, 3+ dan 5+. 

Sesi Tanya Jawab dalam Acara Dancow Explore Your World
Dalam acara Dancow Explore Your World tersebut, juga ada acara konsultasi tumbuh kembang si kecil untuk Bunda dan Ayah. So, Bunda dan Ayah bisa kompak dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan tumbuh kembang si kecil. Karena seperti yang saya alami, ketika saya terlalu protektif pada si kecil, sementara my hubby memberi peluang bagi si kecil, maka kemungkinan akan membuat si kecil bingung pada siapa harus menurut. Saat Bunda mengatakan ‘tidak’, sementara Ayah mengatakan ‘IYA BOLEH’, maka anak akan menjadi bimbang dalam memilih yang pada akhirnya akan mempengaruhi tumbuh kembang emosi dan motoriknya. Karena itu, dengan adanya kekompakan Bunda dan Ayah dalam mengatakan IYA BOLEH, dan kapan mengatakan TIDAK, serta bagaimana cara mengatakan TIDAK secara bijaksana maka diharapkan si kecil juga akan tumbuh menjadi pribadi yang cerdas dan bijak. 

Dan info menariknya lagi, event ini tidak hanya digelar di Surabaya, tetapi juga akan dselenggarakan beberapa kota besar lainnya seperti di Jakarta, yang akan diselenggarakan pada tanggal 29-30 April 2017; di Semarang pada tanggal 5-6 Agustus 2017, dan di Solo pada tanggal 9-10 September 2017, serta di kota Makassar, pada tanggal 7-8 Oktober 2017. So, para Bunda dan Ayah di kota lain akan bisa menikmati event ini dengan si kecil.


Tuesday, March 28, 2017

Bukan Sekedar Belajar MatKul atau MatPel

Barusan ditelpon sama si kakak kedua, yang sedang kuliah di luar kota. Setelah ngobrol-ngobrol ngalor bin ngidul (aka ngobrol banyak), akhirnya obrolannya ke tugas kuliah yang mengharuskan dia wawancara dengan kepala desa. Sebenernya, kemarin sudah saya hubungkan dengan si pak Kades yang kebetulan adalah teman saya waktu di Sekolah Dasar. 

Nah, ternyata si kakak kedua ini sudah janjian dengan si pak Kades tanggal 24 Maret kemarin. Unfortuntely, si kakak pertama yang biasanya menjemput si kakak kedua ke kos-an sedang ikut my hubby ke Jakarta. So, si kakak kedua ga jadi dijemput dan diantar untuk wawancara. 

Nah, hari ini, si kakak kedua minta saya telponkan si pak Kades lagi. 
Yuppss, bukan masalah mau atau tidak, tapi si kakak kedua harus belajar bernego sendiri. Karena itu adalah bekal hidup yang harus dia punya saat menjalani kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Dia juga harus belajar bagaimana membikin janji dan etika serta apa yang harus dipenuhi saat membuat janji dengan orang lain, baik saat telat untuk memenuhi maupun saat pembatalan janji, dan bagaimana membuat janji ulang (reschedule). 

So, semua kukembalikan pada dia. 
Yaaa... walaupun dia sempat bilang minta tolong saya yang telpon ke si paj Kades, dengan dalih secara sesama teman akan lebih mudah nego waktu dan ketemuannya. Hehehe.... 
Tapiiii... Sekali lagi, dia harus belajar,  

Termasuk saat dia mengeluhkan teman satu kelompoknya yang membuat dia harus dalam dilema. It's okay. Dia sudah mahasiswa dan tugasnya bukan hanya sekedar belajar mata kuliah di kampus, tapi juga mata kuliah dalam kehidupan. Itu pula salah satu alasan yang mendasari saya memutuskan untuk kasih izin dia untuk kuliah dan kos di luar kota. Dan tidak saya taruh di keluarga kerabat. Yak, supaya dia belajar dalam kemandirian. Bukan sakedap-sakedap mendapat kemudahan karena kasihan. 

Daaaan, belajar hidup, tidak hanya disampaikan kepada si kakak kedua. Tapi juga kepada si kakak pertama, ketiga, keempat, dan kelima. Tentunya kadar pembelajarannya berbeda-beda, sesuai dengan usianya. 

Kalau si bungsuuu, si baby Al masih jadi raja inniiih ....dan dia pun harus mulai belajar bagaimana membangun persaudaraan dan persahabatan dengan si kakak-kakak yang sudah pada gedhe-gedhe.....

Friday, August 26, 2016

Perjalanan Luar Kota Saat Hamil

Kehamilan Baby Al, si bungsu yang terpaut jauh jarak lima orang kakaknya, membuat kebiasaan yang berbeda dari kehamilan sebelumnya. Jika pada kehamilan sebelumnya saya bisa lebih banyak diam di rumah, maka pada kehamilan Baby Al ini, saya harus bisa mengikuti irama perkembangan kakak-kakaknya. Bagaimana tidak, selulusnya dari Sekolah Dasar, si nomor tiga langsung masuk pondok pesantren di luar kota, sehingga kami harus 'sambang' ke pondok hampir setiap seminggu sekali. So, hampir sepanjang kehamilan Baby Al, saya dan suami harus wira-wiri ke luar kota. Alhamdulillah, berdasarkan pantauan dokter, selama kehamilan ini saya sehat dan Baby Al juga sehat. 

Tinggal di pondok pesantren dan harus jauh dari keluarga merupakan pengalaman pertama bagi putri ketiga kami. Sehingga hampir sekali dalam seminggu kami harus 'sambang'. Awalnya, kami mengambil hari Minggu untuk 'sambang' ke pesantren, supaya semua bisa ikut 'sambang'. Tetapi, ternyata sekolah si kakak ketiga ini liburnya pada hari Jumat, sehingga kami harus rela mengubah jadwal 'sambang'. Dan, kami pun melintasi rute Surabaya-Paciran di hari Jumat. 

Dari rutinitas perjalanan ini, kami jadi tahu ternyata perjalanan di hari Minggu berbeda dengan perjalanan di hari Jumat. Pada hari Minggu, jalan tol yang kami lalui cenderung lengang, karena tidak ada kendaraan besar yang lalu lalang. Kebanyakan kendaraan yang lewat adalah kendaraan pribadi. Sementara itu, pada hari Jumat, kendaraan besar yang lewat lebih banyak, sehingga walaupun lewat jalan tol. Sampai-sampai kami seolah liliput yang berada di antara raksasa yang bergerak dengan gagah. Tidak jarang kami terjebak macet saat menjelang mendekati pintu gerbang tol dan terselip di antara kendaraan yang tinggi besar. Atau jika ada kendaraan besar yang terguling, maka kami pun harus rela bermacet ria di jalan tol.

Seperti Liliput di Samping Truk Raksasa (Foto diambil di Jalan Tol, dok, pribadi)
Karena berlalu lalang bersama dengan kendaraan besar, polusi di jalan pun sangat terasa. Asap bus, kontainer, tangki, truk, mobil box besar, sangat terasa sampai ke ruang kendaraan yang kami tumpangi. Apalagi pada saat itu kami memang sering membawa si Merah. Saya sendiri merasakan bahwa ada perbedaan dalam kemampuan filter udara si Merah dengan si Hitam. Karena saat berkendara dengan si Hitam, saya tidak pernah merasakan tajamnya bau asap kendaraan lain yang lalu lalang bersama kami di jalan raya. Sedangkan saat berkendara dengan si Merah, saya bisa merasakan bau asap kendaraan lain. Dan, tidak hanya bau asap kendaraan, bau asap pabrik, bau debu jalan juga bisa saya rasakan. 

Yapps, ternyata beda produsen beda kemampuan mobil untuk menfilter udara. Polusi udara selama berkendara ini tentunya sangat berpengaruh pada kenyamanan saya yang sedang hamil. Saya harus kerap menutup hidung dengan kerudung saya, supaya tidak membau asap kendaraan dan debu yang masuk ke ruang mobil dan supaya tidak pusing dan mual. Saya pun mengalihkan bau-bauan tersebut ke arah bau minyak kayu putih yang saya torehkan langsung di kerudung saya. Pastinya hal ini tidak hanya saya rasakan, tetapi juga anak-anak saya yang duduk di jok belakang. 

Hmmm, kadang saya sampai merasa enggan untuk ikut 'sambang', tetapi saya juga ingin bertemu sama si kakak. Nah, supaya tetap bisa 'sambang' dan melalui perjalanan luar kota yang sehat dan nyaman selama hamil ini, maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan, di antaranya adalah: 
  • Memastikan telah berkonsultasi dengan dokter bahwa kehamilan dalam kondisi sehat, baik ibu maupun baby nya.
  • Memperbanyak persediaan air putih dan mengurangi minuman berasa. Seperti yang kita tahu, air putih merupakan penetralisir zat beracun dalam tubuh. Makanya, jika sedang dalam perjalanan, saya tidak mau ada minuman berasa di samping saya dan meletakkannya di jok belakang.
  • Nyemil buah-buahan yang sengaja saya bawa dari rumah. Nyemil buah-buahan sepanjang perjalanan akan membuat mulut terasa segar dan terhindar dari mual. 
  • Tidak ikut-ikut nyemil makanan gorengan, minuman berperisa dan yang mengandung zat pemanis, serta permen. Makanan-makanan tersebut awalnya memang enak di mulut, tetapi lama-lama bisa membuat pusing. Itulah mengapa, saya menghindarinya dan beralih ke buah-buahan. 
  • Istirahat. Sebenarnya jarak tempuh kami tidak panjang. kalau perjalanan lancar, perjalanan bisa kami tempuh hanya dua setengah jam saja. Tetapi, demi kenyamanan, jika hari sudah siang, biasanya kami istirahat dulu di rest area yang tersedia di jalan tol. Selain untuk istirahat dan sholat, di sini kami juga bisa menikmati makan siang. Tetapi jika hari masih pagi, biasanya kami hanya berhenti ketika saya ingin buang air kecil saja. 
  • Pakai air filter atau filter udara untuk mobil. Filter udara ini sebenarnya sudah ada di mobil. Hanya saja, seperti yang sudah saya tulis di muka, beda produsen mobil, beda juga kemampuan filter udaranya. Si Merah yang meskipun keluaran lebih baru dibandingkan si Hitam, ternyata memiliki kemampuan yang berbeda. Si Merah kurang mampu menfilter udara dari luar, sehingga memerlukan tambahan air filter. Setahu saya, pelopor produk air filter yang cukup handal saai ini sih Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter yang merupakan satu dari produk Sakura Filter. 
Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter (Diambil dari Sini)
Dibandingkan dengan produk air filter yang lain, Sakura Bio-Guard Cabin Air Filter memiliki kelebihan dalam menyaring partikel debu sampai kurang dari 2,5 mikron, karena memiliki tiga lapis penyaring. Bio-guardnya juga mampu melindungi pengendara dari virus, dan juga bisa mencegah alergi, karena mampu mencegah alergen (pencetus alergi) sampai lebih dari 99%.

Dari hasil search di mbah Google, saya juga menemukan informasi mengenai Filter Sakura, bahwa produk air Filter yang disediakan banyak ragamnya lo. Masing-masing tipe digunakan untuk merek mobil dari produsen yang berbeda. So, si Merah dan si Hitam yang memiliki kemampuan berbeda dalam menyaring udara, harus menggunakan tipe yang berbeda pula. Lebih jelasnya, informasi mengenai Filter Sakura dan tipe-tipe berdasar jenis mobilnya bisa dilihat di SINI yaaa..... 

Nah, itu tadi pengalaman perjalanan luar kota saat saya hamil Baby Al. Alhamdulillah, meskipun diajak melalui perjalanan luar kota sepanjang masa kehamilan, si baby Al terlahir dalam kondisi sehat ddengan berat badan sangat normal (3750 gr).


Yupps... Semoga tulisan ini bisa menambah khasanah dan wawasan bagi ibu hamil lainnya yang ingin berkendara luar kota dengan sehat dan nyaman. Jadi, tulisan ini bisa menjadi alternatif informasi di antara tulisan terkait perjalanan luar kota saat hamil yang banyak dishare melalui blog dan bisa dicari melalui si mbah google.