It's Okay If You're Not Okay

Yolanda Putih di Depan Rumah @floragardenmama Ketika kita bisa memaafkan orang lain, lalu mengapa kita tidak bisa memaafkan diri sen...

Showing posts with label Dapur. Show all posts
Showing posts with label Dapur. Show all posts

Sunday, October 05, 2014

Ketemu Aliando Syarief: Sebuah Obrolan Pagi di Dapur

Pagi-pagi anak-anak sudah ramai sekali menceritakan apa yang ditemui mereka saat Sholat Iedul Adha di Masjid. Karena hari ini saya sedang cuti bulanan, maka saya tidak mengikuti sholat Iedul Adha di Masjid. Dan, karena masjidnya sangat dekat dengan rumah, bersebelahan, maka anak-anak saya biarkan pergi ke masjid tanpa saya mengantar mereka.

Sesaat setelah mereka pergi ke masjid, saya segera bergegas berangkat pula ke dapur. Mengorek-ngorek sisa-sisa belanjaan yang masih tersisa di kulkas. Karena kemarin saya tidak belanja ke mbok sayur dan pastinya hari ini juga si mbok sayurnya tengah libur. So, saya korek-korek saja apa-apa yang masih bisa dimasak. 

Jreng-jreng .... masih ada telur, ikan, mi instan, sedikit kecambah, sawi hijau, dan labu air. 
Ahemmm .. Setelah berpikir sejenak, maka pisau dapur pun mulai bertarung bersama telenan. Bawang merah dan bawang putih pun beradu untuk menyedapkan masakan pagi itu. 
Tidak lupa untuk minuman, saya masih memiliki wortel yang siap untuk dijadikan jus.
Ada pula semangka yang masih menggelundung siap untuk dibelah.
Dan, hidangan pun siap untuk menyambut anak-anak dan my hubby pulang dari masjid. 

***

Dan, pintu pager pun berbunyi,
Mereka sudah pada dateng. Dan Menyerbulah empat orang putri manisku dan my hubby ke arah meja makan. Wow, senangnya melihat mereka ....
Sambil masih menikmasi makanan yang ada, mereka bercerita tentang apa yang terjadi di Masjid. Mulai kambing, sapi, dan bertemu dengan teman-teman mereka.
"Aku tadi lo bertemu dengan Lia, temennya Kak Iffah," ujar dik Nana.
"Iya, tadi ada Lia lo, Dik," sambung Kak Dhila. Kebetulan tadi dik Iffah memang tidak bareng dengan Kak Ida, Kak Dhila, dan Dik Nana, sehingga berangkatnya belakangan.
"Aku juga ketemu sama temenku, Amel," ujar Kak Iffah.
"Kalau aku ketemu sama mbah-mbah tadi," jawab Kak Ida.
Dari dapur, sambil mencuci piring, saya nyeletuk,:
"Hmmm .... mama tadi malah ketemu Aliando Syarief,"
Heheheh .......

Pecah sudah pagi hari ini dari sudut dapur dan ruang makan rumah kami.
By the way, Happy Eid Mubarak ya ...
Sapi untuki Kurban, Berparkir di Depan Rumah Kami (Pic, by Mama @mom_of_five, Surabaya, 4 Oktober 2014)

Tuesday, September 16, 2014

Alhamdulillah, Akhirnya Bertemu Si Kencur

Beberapa hari ini tenggorokan saya memang sedikit bermasalah, sehingga saya sering batuk kecil untuk melegakannya. Awalnya, saya pikir batuk angin biasa, karena sering tidur larut malam dan siangnya seharian di kantor my hubby. Ditambah lagi saya menemani anak saya dan teman-temannya yang ikut les di Yayasam Karunia Mandiri setelah Sholat Maghrib sampai pukul delapan. Itu pun jika mereka belum puas, mereka akan minta tambahan waktu. Senang sekali melihat mereka semangat belajar. Tidak jarang meskipun sebenarnya jadual pelajaran yang saya ajarkan secara paketan*) sudah selesai, mereka memang minta agar diberikan lagi soal tambahan. jarang-jarang ada anak belajar dengan model seperti ini. Sudah selesai belajar, tetapi mereka ingin terus dan terus.
Ya, kebetulan kantor my hubby juga mengelola yayasan dan salah satu programnya adalah memberi les gratis kepada anak-anak di lingkungan sekitar. Nah, kebetulan untuk anak kelas dua dan kelas empat, belum ada guru lesnya. Jadi saya yang membantu menemani mereka belajar. 

Nah, akibatnya, saya bisa jadi kurang istirahat. Di tengah hempasan usia yang menuju manula, mungkin virus Flu tengah berusaha menyerang saya. Tetapi, Alhamdulillah,  daya tahan tubuh saya cukup baik untuk menahan serangan virus Flu yang telah banyak menyerang orang-orang di kantor my hubby sampai-sampai mereka harus ijin tidak masuk kerja. Atau, sampai-sampai mereka harus berlomba-lomba berpening ria dan berbersin ria. 

Tapi, dua hari ini saya harus rela kehilangan suara, karena suara saya harus serak-serak kering dan tenggorokan gatal. Sampai-sampai saat mengikuti meeting dengan tim kecil Joyful Learning dari BMC, saya tidak dapat mengeluarkan suara dengan nyaman. Suara yang serak-serak kering dan membuat saya capai harus menemani saya selama dua hari. 
Menghadapi batuk dan tenggorokan kering seperti ini, sebanarnya saya tahu penangkalnya, yaitu si kencur. Tanpa harus membuatnya menjadi ramuan jamu tradisional yang rumit, saya dapat memanfaatkan si kencur ini untuk meringankan beban di tenggorokan saya. Hanya dengan mengunyahnya setelah mengupasnya.

Namun, kebetulan di dapur saya tengah kehabisan kencur. Saya hanya menemukan jahe yang biasa saya gunakan untuk menghangatkan tubuh saat pilek dan pening. So, saya mencarinya ke tempat mbok Sayur langganan saya. tetapi, sekali lagi, belum jodoh. Saya tidak menemukan si kencur di sana. Akhirnya, hari itu saya biarkan suara saya tenggelam dan tenggorokan saya serasa menebal. 

Kencur yang Manjur (Pic. dok Pribadi, 16 Septmebr 2014, Surabaya)
Dan, Alhamdulillah, si Mbok Sayur memang baik hati. Pagi tadi saya mendapatkan si kencur dari si Mbok Sayur yang sengaja membelikannya untuk saya. Begitu sampai di rumah, langsung saja si kencur saya kupas dan kukunyah-kunyah. Hmmm.... Alhamdulillah. Tenggorokan sedikit lega di pagi itu. Dahak sudah mulai keluar. 

Kencur Kupas Siap Dikunyah (Pic. Doc Pribadi, 16 September 2014, Surabaya)
Pastinya, tidak sekali langsung kelar. Satu jam kemudian, tenggorokan kembali gatal dan si kencur yang sudah siaga di dapur pun kembali kukupas dan kukunyah lagi. Hmmm.... Alhamdulillah, akhirnya tenggorokan mulai nyaman. Dan, ketak-ketuk jemari pun mulai bermain di atas keyboard tanpa harus merasa berisik akibat ulah 'semut-semut' yang kelayapan menggelitiki tenggorokan.

*) belajar paketan di sini saya ajarkan setelah anak-anak menyelesaikan tugas Pekerjaan Rumah dari Guru mereka di sekolah. Jika masih ada waktu, maka saya akan memberikan pelajaran hnya dengan satu tema tetapi memuat seluruh pelajaran secara berurutan. Ya, mencoba mengimplementasikan kurikulum 2013 yang menggunakan sistem tematis. Dan, anak-anak sangat senang dengan model seperti ini. Mereka menulis sendiri cerita sesuai dengan tema yang dipilih oleh mereka. Membacakannya di hadapan teman-teman. Mencocokkan cerita teman yang satu dnegan yang lain, main undian, bernyanyi, membahasainggriskan. Jadi, mulai pelajaran matematika, bahas aIndonesia, IPS, PKN, bahasa Inggris, Kesenian, Menggambar, dapat dirangkai hanya dari satu tema yang dipilih oleh masing-masing anak. Dengan demikian, ceritamereka berbeda-beda satu sama lain. 

Memang agak sulit bagi saya, karena saya harus mengecek satu per satu tulisan dan jawaban mereka. Tetapi, kreativitas anaki terlihat dengan cara ini. Mereka tidak dapat mencontek temannya, tetapi tetap bisa bekerjasama.

Friday, November 29, 2013

Gurauan Pagi: Tangan Ajaib Mama

Pagi tadi tiba-tiba my hubby mendadak rajin. Beliau berangkat belanja ke pasar bersama kak Ida, putri kedua, dan kembali membawa belanjaan lengkap, mulai sayur bayam, labu air, daun pre, seledri, jamur, jagung, ikan, jajan pasar, tahu, tempe ... sak jeronjotan. Setelah dibongkar semua, beliau pun langsung menyiangi sayur dan jagung. 
Aku? Kebetulan aku tengah ada pekerjaan yang kena deadline, jadi aku dibiarkannya tetap berkutat di depan laptopku sejak habis sholat subuh tadi. Setelah semua selesai disiangi, beliau mendatangiku. 
"Semua sudah beres, tinggal dibikinkan bumbu-bumbunnya," katanya. Kalau sudah begini, aku harus beranjak. Bukankah perintah suami tetap lebih utama? Nah aku ikuti beliau ke dapur. Dan beliau tengah memasukkan sayur bayam ke dalam panci sayuran di atas kompor. 
"Pak, sayur bayam jangan dimasukkan dulu, nanti zat besinya keburu melarut, lagi pula sayur jangan dimasukkan sebelum air mendidih," ujarku. 
Akhirnya tugas sayur menyayur kulanjutkan. Dan beliau kembali melanjutkan tugasnya menghaluskan jagung untuk dibikin perkedel jagung. Setelah jagung dihaluskan dan diberi telur, beliau kembali berujar, 
"Jagung siap digoreng" katanya. 
"Sudah diberi bumbu apa saja pak?" Tanyaku, 
"Telur dua butir," 
Hehehee ... kutampanin saja baskom berisi adonan beliau, dan beliau bergegas ke luar dapur. Winggg ... Aku tambahkan sayur untuk perkedel jagung pagi itu agar isinya tidak melulu jagung. Sebentar kemudian, terdengar beliau berteriak dari lantai bawah. 
"Sarapan sudah siappp .... Ayooo sarapan," 
Anak-anak bergegas menyelesaikan dandanan ke sekolah, ada yang pakai ikat pinggang, sisiran, dan ada yang masih basah di kamar mandi. Aku sendiri masih menggoreng dan menggoreng. Tangan juga masih belepotan tepung untuk membalur jamur krispy. 
"Ma, aku minta dikepangin atas ya," pinta kak Iffah. 
"Ma, kertas ulanganku belum ditandatanganin sama mama," kata kak Dhila. 
Dan dik Nana menyodorkan buku penghubungnya yang dari kemarin aku telantarkan. 
Sambil menunggu gorengan matang, aku menyisirin kak Iffah, sambil sekali waktu menengok gorengan. Abis membalik gorengan menandatangani buku penghubung dik Nana. Habis mengangkat gorengan dan memasukkan yang baru, kutandatangani kertas ulangan kak Dhila. Dan saat semua sudah siap, 
"Ma, aku belum sisiran", ujar dik Nana. 
"Sini, aku bantuin," kata kak Iffah. Wusss ... hangat meresap di dada. Kak Iffah menyisiri rambut adiknya. 
Dan sebentar kemudian, ketiganya sudah siap. Dan semua siap untuk sarapan dan berangkat ke sekolah. Usai anak-anak yang kecil-kecil dan si sulung berangkat sekolah, tinggallah aku dengan kak Ida. 
"Wih, tangannya mama itu tangan ajaib lo kak,"selorohku.
"Betul," sahut my hubby. 
"Hehehe ... Iya kan, la tadi sayurnya mentah gak bisa dimakan jadinya bisa dimakan, jagungnya juga," 
"Kalau mama itu senyum saja semua penuh keajaiban. Tapi kalau sudah merenguuut, wes, bumi bergoncang," gurau my hubby ... 
Dan, setelah semua beres, lanjuuut, kembali ke laptop ...
Pastinya, bukan hanya tangan mama yang ajaib, tetapi tangan yang diciptakan oleh Allah ini memang telah diperuntukkan untuk melakukan tugasnya yang sedemikian kompleks untuk melengkapkan manusia agar menjadi makhluk yang memberi manfaat bagi orang lain .....

About Me

Just a little bit of woman, mom, and wife ...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...